BANJAR, 16 April 2026 – Suasana haru menyelimuti keluarga besar SMK Negeri 4 Banjar pada Kamis pagi ini. Salah satu putra terbaiknya, Krisdiantoro, siswa kelas X Teknik Otomotif 3, dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit paru-paru yang dideritanya. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya dalam perawatan medis di Rumah Sakit Margono, Purwokerto.
Duka Mendalam dari Pihak Sekolah
Kepala SMKN 4 Banjar, Ibu Tina Nurhayati, A.Md., S.Pd., MM.Par., menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas kepulangan siswanya tersebut. Mewakili seluruh civitas akademika, beliau memberikan ucapan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Atas nama pribadi dan lembaga SMKN 4 Banjar, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Ananda Krisdiantoro adalah bagian dari keluarga besar kami. Semoga ananda diterima seluruh amal ibadah dan iman Islamnya di sisi Allah SWT," ujar Ibu Tina dalam pernyataan resminya.
Beliau juga mendoakan agar orang tua serta kerabat yang ditinggalkan diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian berat ini. "Kami berharap keluarga diberikan kesabaran, ketabahan, dan keikhlasan yang luas dalam melepas kepergian ananda," tambahnya.
Kepedulian Sekolah Hingga Akhir Hayat
Kepergian Krisdiantoro meninggalkan kesan mendalam bagi para guru dan rekan-rekan sejawatnya. Pihak sekolah diketahui terus memantau perkembangan kesehatan almarhum sejak ia mulai jatuh sakit.
Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Industri (Wakasek Humas & Hubin), Bapak Irfan Firaas, S.Pd., menjelaskan bahwa sekolah selalu berupaya hadir untuk memberikan dukungan moral bagi Krisdiantoro selama masa sulitnya.
"Pihak sekolah tidak tinggal diam. Kami sudah beberapa kali melakukan kunjungan, baik saat ananda masih menjalani perawatan di kediamannya maupun saat dirujuk ke rumah sakit di Purwokerto," jelas Bapak Irfan.
Kunjungan-kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan rasa kasih sayang guru terhadap muridnya. Semangat Krisdiantoro untuk sembuh dan kembali belajar di bengkel otomotif menjadi kenangan yang akan selalu diingat oleh rekan sekelasnya di X Teknik Otomotif 3.
Penghormatan Terakhir
Kini, kursi di ruang kelas X Teknik Otomotif 3 akan terasa kosong tanpa kehadiran Krisdiantoro. Namun, doa-doa terbaik terus mengalir dari seluruh warga SMKN 4 Banjar agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Rencananya, perwakilan dari pihak sekolah dan rekan-rekan siswa akan melakukan takziah ke rumah duka sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi almarhum. Selamat jalan, Krisdiantoro. Jasamu sebagai pelajar akan selalu terkenang dalam sejarah SMKN 4 Banjar.